Cerita Sex - Kegadisanku Lenyap di Toilet Toko Swalayan


www.inginseks22.com 

“Selamat siang bapak-bapak, ibu-ibu, mbak, mas dan adik-adik, langsung aja, dengan penuh keikhlasan aku minta kesedian semuanya untuk memberiku uang recehan 500 atau 1000 perak. Receh buat anda, tapi sangat berharga buat saya!”.

Gilang lantas melepas topi dan dengan posisi terbalik disodorkan ke tiap penumpang. Ada yang memberinya ada pula yang cuma melambaikan tangan. Semetara di pojok belakang ada seorang mahasiswi sedang asyik dengan HPnya sehingga dia tak sadar kalau Gilang sudah di depannya dan menadahkan tangan.

“Selamat siang... Permisi mbak, recehannya donk mbak!” kata Gilang sembari nyolek lengan mahasiswi itu.
“Iiihh apaan sih, aku gak punya uang kecil!” kata mahasiswi itu terlihat jengkel. Sebut saja namanya Dara. Dia lantas bangkit dan pindah duduk ke bangku depan.
Gilang melotot kesal. Dalam hatinya dia ngomel
“Belagu amat ni cewek! awas kamu ya!”.

Setelah semua penumpang selesai dia mintai recehan, biasanya dia langsung turun, tapi kali ini Gilang tetap di dalam metromini duduk di bangku paling belakang. Metromini berhenti saat sampai di depan sebuah Toko swalayan. Beberapa penumpang turun termasuk Dara . Diam-diam Gilang ikut turun membuntuti Dara dari belakang.

Dara mondar-mandir di dalam toko itu. Sedangkan Gilang mengikuti dan memperhatikan Dara dari jarak yang agak jauh. Selang beberapa saat, Dara berjalan menuju kearah toilet.

“Yes... ini dia kesempatanku....” gumam Gilang.

Sambil celingak-celinguk, Gilang memperhatikan sekeliling. Kebetulan toilet itu berada di pojok gedung , suasananya sepi dan tak ada satpam disitu. Dia melihat Dara sudah masuk ke dalam toilet wanita.

Segeralah Gilang ikut masuk ke toilet wanita. Dia lalu mengunci pintu dari dalam supaya tak ada yang bisa masuk lagi. Gilang bersembunyi di salah satu kamar toilet yang kosong sambil mendengarkan Dara yang sedang buang air kecil. Gilang mendengar pintu toilet tempat Dara berada terbuka. Dia mengintip Dara sudah keluar dan kini sedang berada di depan kaca tiolet membetulkan roknya.

“Ini dia cewek yang sok tadi!” kata Gilang dengan cepat dia keluar dari toilet tempat dia bersembunyi lalu berjalan cepat ke belakang Dara .

Gilang menjambak rambutnya lalu membantingnya ke lantai. Dara yang tak tahu bakal diserang menjadi sangat kaget. Dia mencoba bangun tapi Gilang malah menampar wajahnya. Dara menjerit keras karena sakit. Gilang mengancam Dara kalau sampai Dara teriak lagi, dia bakal membunuh Dara . Tak hanya itu aja, Gilang juga menyingkapkan rok yang dipakai Dara dan langsung menarik CD Dara hingga sobek.

“Rasakan” kata Gilang dengan ganas Gilang lantas membuka resleting celananya dan memprosotkannya.

Gilang menindih badan Dara , tangannya berusaha membuka lebar paha Dara . Dengan menangis Dara berusaha melawan Gilang. Tapi apa daya tenaga Dara tak kuat melawan Gilang yang sudah sangat bernafsu. Tangan kanan Gilang memegang kedua tangan Dara, sedangkan tangan kirinya untuk mengarahkan kontolnya agar masuk ke lubang memek Dara. Gilang berusaha memasukkan kepala kontolnya tapi masih susah karena lubang memek Dara kecil dan masih kering. Lalu Gilang meludahi kepala kontolnya. Sehingga kepala kontol Gilang sudah agak masuk.

Gilang lantas mengangkat kedua kaki Dara supaya dia lebih leluasa beraksi. Dara hanya bisa menangis menahan kesakitan. Gilang terus berusaha memasukan kontolnya untuk lebih dalam lagi. Gilang tertawa puas melihat Dara yang menangis kesakitan. Dia merasa puas karena sudah berhasil membuat selaput dara Dara pecah.

“Aduuuhhh…jangan diterusinn... sakiiit tau!” jerit Dara kesakitan setelah selaput daranya pecah ditembus kontol Gilang.

Darah kental mulai keluar dari lubang memek Dara, membasahi kedua paha putihnya. Gilang terus mengenjot memek Dara. Peluh keringat Gilang menetes membasahi muka Dara yang masih saja menangis.

“Rasain .... ini akibatnya orang sok yang tak mau ngasih uang recehannya!” kata Gilang sambil tertawa puas.

Karena sudah tak tahan lagi ingin keluar, segera Gilang membuka lebar pahan Dara dan menggenjotnya lebih cepat lagi. Dan akhirnya Gilang mencapai klimaksnya, seluruh air maninya ditumpakkan di dalam memek Dara .

“Aaaahhhhh… nikmat sekali ngentot mahasiswi perawan!” kata Gilang yang masih menindih badan Dara .

Perlahan Gilang bangkit dan mengusap kontolnya yang masih berlumuran darah perawan dengan Cdnya Dara . Lantas CD itu dilemparkannya ke muka Dara . “Nih makan hahaha…”

Gilang lantas membenahi celananya lagi. Sambil clingak-clinguk dia keluar dari toilet wanita. Merasa aman dia lalu meninggalkan Dara yang terkapar dan menangis. Dia berlari kecil keluar dari toko swalayan dan naik metromini lagi untuk kembali ke tempat tongkrongnya.
Dara lantas perlahan bangkit dari lantai, sambil berpegangan dinding toilet. Memeknya terasa perih sekali. Darah perawan masih mengalir dari memeknya membasahi di pahanya. Dengan perlahan dia masuk ke kamar toilet membersihkan darahnya dengan menggunakan CDnya. Sungguh hari itu menjadi hari kelam baginya.


tags #Cerita Seks, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita dewasa, Cerita Seks Pembantu, Cerita seks abg, Cerita Seks Sedarah, Cerita seks Selingkuh, Cerita Seks Tante.

Subscribe to receive free email updates: