Cerita Seks - Janda Kembang Suka Ngetot Dengan Daun Muda


 www.inginseks22.com

Awal cerita Saat itu aku ditawari sebuah peluang untuk secara mandiri membuka usaha oleh seorang temanku. Aku tertarik mendengar cerita suksesnya. Terlebih modal yang dibutuhkanpun sangat kecil, sehingga aku berpikir tidak ada salahnya untuk mencoba. Begitu aku telah mencoba, sangat luar biasa hasil yang kuperoleh. Mungkin memang karena bidang ini masih banyak peluang, disamping strategi pemasaran yang disediakan oleh program ini sangat pas. Income per bulan sekarang mencapai jutaan rupiah. Mungkin setingkat dengan level seorang manajer. Bisnis itu dapat dilakukan disambi kuliah. Memang beruntung aku menemukan program ini.

Semenjak itu, Pola kehidupanku berubah. Gaya hidup yang sudah lama aku impikan sekarang telah dapat kunikmati. HP canggih, pakaian bagus, sudah dapat aku beli. Sekarang sering aku mengajak Tiara untuk dinner di restoran mewah serta belanja barang-barang mahal. Tiara sempat kaget dengan kemajuanku. Sempat disangkanya aku berbisnis barang-barang yang ilegal, seperti menjual narkoba. Tetapi setelah aku jelaskan apa bisnisku, dia pun lega dan ikut senang. Disuruhnya aku bersyukur pada Tuhan karena telah memberikan jalan kepadaku.

Namun aku belum punya mobil. Setelah menabung dari hasil usahaku selama berbulan-bulan, akhirnya terkumpul juga uang untuk membeli mobil, meski second. Kulihat di surat kabar ada mobil kijang silver dengan harga yang terjangkau olehku. Aku tertarik dan langsung call si penjualnya.

“Harganya berapa mbak....?” tanyaku
“98 juta mas” jawabnya
“Kok segitu sih?” kataku lagi
“Kondisinya masih okey kok mas.. full orisinil” jawabnya
“Alamatnya dimana mbak...?” aku bertanya setelah aku mulai tertarik.

Akhirnya dengan telah melalui berbagai pertimbangan, kuputuskan untuk melihat mobilnya terlebih dahulu. Diapun kemudian memberikan alamatnya, dan aku berjanji untuk datang ke sana sore ini sehabis kuliah. Setelah mencari beberapa lama, sampai juga aku di alamat yang dimaksud.

“Selamat sore” sapaku ketika seorang wanita muda dan cantik membuka pintu.
“Sore juga..” jawabnya.
“Saya Johan yang tadi siang telepon ingin melihat mobil mbaknya” aku memperkenalkan diri
“Oh.. Ya silakan masuk.... tunggu sebentar ya mas. Mobilnya masih dipakai sebentar menjemput anakku les. Mau minum apa?” katanya
“ Gak usah repot-repot mabk..” jawabku

Aku tertegun melihat kecantikan wanita itu. Usianya mungkin sekitar 35 tahunan, dengan kulit yang putih bersih, dan badan yang seksi. Payudaranya yang tampak penuh di balik baju ketat menambah kecantikannya. Akupun kemudian duduk di ruang tamu. Tak lama si ibu datang dengan membawa segelas air sirup dingin.

“Mas masih kuliah ya...?,” tanyanya setelah duduk di depanku
“Iya mbak.. sudah semester 9...“ jawabku sambil terus memperhatikan dadanya
“Ayo diminum mas ... “ katanya

Kuteguk sirup pemberian si ibu. Enak dan segar sekali rasanya menghilangkan dahagaku.

“Mbak .... mbok jangan mahal-mahal dong harganya” kataku mencoba merayu.
“Ini Mobil akan saya jual karena mau beli yang tahunnya lebih baru, jadi ya agak mahal aku ngejualinnya” jawabnya
“Oh begitu..” jawabku.
“Eh maaf... nama mbak siapa ya... dari tadi lom disebutin...”
“Ehhhmmm... saya Ismi Mas..” jawabnya

Sesaat kemudian kuperhatikan mbak Ismi tampak melihatku dengan pandangan yang agak lain. Agak rikuh aku dibuatnya. Terlebih mbak Ismi duduk sambil menumpangkan kakinya, sehingga rok mininya agak sedikit terangkat memperlihatkan pahanya yang putih mulus. “Maaf... suami mbak kerja dimana?” tanyaku untuk menghilangkan kerikuhanku.

“Suami sudah meninggal sudah dua tahun yang lalu” jawabnya.
“Waduh.. Maaf ya mbak ... saya sudah membuka derita mbak” kataku
“Nggak apa kok mas... mas Johan sendiri apa ya sudah punya pacar?” dia balik bertanya
“Ehmmm... Sudah, mbak” jawabku singkat
“Pasti pacar mas Cantik?” katanya
“Ya jelas dong mbak..” jawabku lagi.

Semakin lama aku makin rikuh dibuatnya. Kok pembicaraannya jadi ngelantur begini. Mbak Ismi kemudian berdiri dan duduk di sebelahku.

“Cantik mana sama aku..” katanya sambil tangannya merih dan meremas tanganku.
“Anu.. mbak juga cantik” jawabku tergagap.
“Kamu sudah pernah bercinta dan ngeseks dengan pacarmu?”. Sambil bertanya, tangan mbak Ismi mulai berpindah dari tanganku ke pahaku.
“Ehm.... Belum.. Mbak.. belum pernah sama sekali.. Saya nggak mau sampai begituan” jawabku sambil menepis tangan mbak Ismi yang sedang meremas-remas pahaku.

Jujur saja, sebenarnya akupun sudah mulai terangsang, akan tetapi saat itu aku masih dapat berpikir sehat untuk tidak mengkhianati Tiara pacarku. Mendengar kalau aku masih perjaka, tampak mbak Ismi bernapsu.

“Mas Johan mau gak mbak ajarin caranya bikin senang wanita?” tanyanya sambil tangannya kembali merabai pahaku, dan kemudian secara perlahan mengusap-usap penisku dari balik celana.
“Maaf mbak Ismi.. Saya sudah punya pacar.... Eh... mbak mobilnya kapan datang sih?” jawabku mencoba mengalihkan pembicaraan.
“Paling sebentar lagi.. kuambilkan minum lagi ya? “ Tanpa menunggu jawabanku, mbak Ismi pergi ke belakang sambil membawa gelasku yang telah kosong.

Lega juga rasanya terlepas dari rayuan maut mbak Ismi. Beberapa menit kemudian, mbak Ismi kembali membawa minumanku.

“Ayo diminum lagi” kata mbak Ismi sambil memberikan gelas berisi sirup padaku.

Kuteguk sirup itu, namun terasa agak lain dari yang tadi. Mbak Ismi kemudian kembali duduk di sebelahku.

“Ya sudah.. Kita ngobrol aja deh sambil menunggu mobilnya datang, OK?”
“Iya mbak..” jawabku lega.
“Kamu ngambil jurusan apa?” katanya
“Sastra Inggris, mbak”
“Kenal pacarmu di sana juga?”
“Iya mbak... dia teman kuliah”
“Ceritain dong gimana ketemuannya”

Yah daripada aku dirayu terus, aku setuju saya menceritakan padanya tentang kisahku dengan Tiara . Kuceritakan bagaimana saat kami berkenalan, ciri-cirinya, acara favorit kami saat pacaran, tempat-tempat yang sering kami kunjungi. Setelah beberapa lama bercerita, entah mengapa nafsu birahiku menyerangku dengan hebat. Akupun merasakan sedikit keringat dingin mengucur di dahiku.

“Kenapa Mas.... mas Johan sakit ya” tanya mbak Ismi tersenyum sambil kembali meremas tanganku. Tangannya kemudian beralih ke pahaku dan kembali diusap dan diremasnya perlahan.
“Anu mbak rasanya kok agak aneh ya?” jawabku.
“Tapi enak kan?”Mbak Ismi pun kemudian mendekatkan wajahnya ke wajahku, dan kemudian bibir kamipun telah saling berpagut. Tak kuasa lagi aku menolak mbak Ismi . Nafsu birahiku telah sampai di ubun-ubun.

“Minumanku tadi mbak kasih apa” tanyaku lirih.
“Ah.. Cuma obat aja kok. Supaya kamu bisa lebih rileks” jawabnya sambil tangannya mulai membuka retsleting celanaku.
“Ayo massss...., mbak ingin merasakan penismu yang masih perjaka itu” lanjutnya sambil kembali melumat bibirku.

Mbak Ismi kemudian melucuti celanaku beserta celana dalamnya sekaligus.

“Wow.. Besar juga ya penismu. Mbak suka kontol besar anak muda begini”.Tangannya mulai mengocok penisku perlahan.

Kemudian mbak Ismi mendekatkan kepalanya diselakangku. Diciumnya kepala penisku, dan lantas dengan bernafsu dikulumnya penisku yang sudah tegak menahan gairah berahi.

“Ah.. Mbak..” desahku menahan nikmat, ketika mulut mbak Ismi mulai menghisap dan menjilati penisku.Tangan mbak Ismi pun tak tinggal diam. Dikocoknya batang penisku, dan diusap-usapnya buah zakarku. Setelah sekian lama penisku dipermainkannya, kembali mbak Ismi bangkit dan menciumiku.
“Kita lanjutin tuntaskan di kamar yuk mas..” bisiknya.

Akupun sudah tak mampu untuk menolak. Nafsu berahi telah menguasai otakku. Kamipun beranjak menuju kamar tidur mbak Ismi. Sesampainya aku di kamar, mbak Ismi kembali menciumiku dengan dahsyat. Kemudian tangankupun diraihnya dan diletakkan di payudaranya yang membusung.

“Ayo sayang.. Kamu remas susu mbak ya” katanya

Kuikuti keinginan mbak Ismi dan mulailah kuremas payudara miliknya. Mbak Ismi pun terdengar mendesah nikmat.

“Sayang… tolong bukain baju mbak ya”. Mbak Ismi membalikkan badan dan akupun membuka retsleting baju ketatnya. Setelah terbuka, mbak Ismi kembali berbalik menghadapku.
“BHnya sekalian donk sayang..” ujarnya.

Kulumat bibirnya yang merah merekah itu, sambil tanganku mencari-cari pengait BH di punggungnya.

“Pengaitnya di depan, sayang..” katanya menggodaku

Kuhentikan ciumanku, dan kutatap kembali BHnya yang membungkus payudara mbak Ismi yang besar itu. Kubuka pengaitnya sehingga payudara kenyal itupun seolah meloncat keluar.

“Susu mbak indah kan sayang.. Ayo hisap dong..” Tangan mbak Ismi merengkuh kepalaku dan didorong ke arah dadanya. Tangannya yang satunya lagi meremas payudaranya sendiri dan menyorongkannya ke arah wajahku.
“Ahhhhh.. Enak.. Anak pintar.. Sshh” desah mbak Ismi ketika aku mulai menghisap payudaranya.
“Jilati putingnya yang..” instruksi mbak Ismi lebih lanjut.

Akupun menjilati puting payudara mbak Ismi yang telah mengeras. Kemudian aku kembali menghisap sepasang payudaranya bergantian. Setelah puas aku hisapi payudaranya, mbak Ismi kemudian mengangkat kepalaku dan kembali menciumiku.

“Sekarang kamu lepas rok mbak ya”Mbak Ismi merengkuh tanganku dan diletakkannya di pantatnya yang padat.

Kuremas pantatnya, lalu kubuka retsleting rok mininya. Aku terbelalak melihat Mbak Ismi ternyata menggunakan celana dalam yang sangat mini. Seksi sekali pemandangan saat itu. Tubuh mbak Ismi yang padat dengan payudara yang membusung indah, ditambah dengan sepatu hak tinggi yang masih dikenakannya. Kembali mbak Ismi mencium bibirku. Lantas ditekannya bahuku, membuatku berlutut di depannya. Tangan mbak Ismi lalu menyibakkan celana dalamnya sehingga vaginanya yang berbulu halus dan tercukur rapi nampak jelas di depanku.

“Cium di sini yuk sayang..” perintahnya sambil mendorong kepalaku perlahan.
“Oh..my god.. Sshh” erang mbak Ismi ketika mulutku mulai menciumi vaginanya.

Kujilati juga vagina yang berbau harum itu, dan kugigit-gigit perlahan bibir vaginanya.

“Ahh.. Kamu pintar ya.. Ahh” desahnya.

Mbak Ismi lantas melepaskan celana dalamnya, sehingga akupun lebih bebas memberikan kenikmatan padanya.

“Jilat di sini sayang..” instruksi mbak Ismi sambil tangannya mengusap klitorisnya.Kujilati klitoris mbak Ismi .

Desahan mbak Ismi semakin menjadi-jadi dan tubuhnya meliuk-liuk sambil tangannya mendekap erat kepalaku. Beberapa saat kemudian, tubuh mbak Ismi pun mengejang.

“Yes.. Ah.. Yesssssssssssss..” jeritnya.Liang vaginanya tampak semakin basah oleh cairan kewanitaannya.

Kusedot habis cairan vaginanya sambil sesekali kuciumi paha mulus mbak Ismi . Tak percuma ilmu yang kudapat selama ini dari pengalamanku menonton video porno.

“Kita terusin di ranjang yuk..” ajaknya setelah mengambil nafas panjang.

Akupun kemudian melucuti semua pakaianku. Mbak Ismi lalu membuka sepatu hak tingginya, sehingga sambil telanjang bulat, kami merebahkan diri di ranjang.

“Ciumi susu mbak lagi dong yang..” pintanya

Aku dengan gemas mengabulkan permintaannya. Payudara mbak Ismi yang membusung kenyal, tentu saja membuat semua lelaki normal, termasuk aku, menjadi gemas. Sementara mulutku sibuk menghisap dan menjilati puting payudara mbak Ismi , tangannya menuntun tanganku ke vaginanya. Akupun mengerti apa yang ia mau. Tanganku mulai mengusap-usap vagina dan klitorisnya. Mbak Ismi kembali mengerang ketika nafsu berahinya bangkit kembali. Ditariknya wajahku dari payudaranya dan kembali diciuminya bibirku dengan ganas.

Selanjutnya, mbak Ismi menindih tubuhku. Dijilatinya puting dadaku dan kemudian perutkupun diciuminya.Sesampainya di penisku, dengan gemas dijilatinya lagi batangnya. Tak lama kemudian, kepala mbak Ismi pun sudah naik turun ketika mulutnya menghisapi penisku.

“Sekarang mbak pengin ambil perjakamu ya..”Sambil berkata begitu, mbak Ismi menaiki tubuhku.

Diarahkannya penisku ke dalam vaginanya. Rasa nikmat luar biasa menghinggapiku, ketika batang penisku mulai menerobos liang vagina mbak Ismi .

“Uh.. Nikmat sekali.. Mbak suka kontolmu.. Enak..” desah mbak Ismi sambil menggoyangkan tubuhnya naik turun di atas tubuhku.
“Heh.. Heh.. Heh..” begitu suara yang terdengar dari mulut mbak Ismi . Seirama dengan ayunan tubuhnya di atas penisku.
“Mbak suka.. Ahh.. Ngentotin anak muda.. Ahh.. Seperti kamu.. Yes.. Yes..”Mbak Ismi terus meracau sambil menikmati tubuhku.

Tangannya kemudian menarik tanganku dan meletakkannya di payudaranya yang bergoyang-goyang berirama. Akupun meremas-remas payudara kenyal itu. Suara desahan mbak Ismi semakin menjadi-jadi.

“Enak.. Ahh.. Ayo terus.. Entotin mbak.. Ah.. Anak pintar.. Ahh..”

Tak lama tubuh mbak Ismi pun kembali mengejang. Dengan lenguhan yang panjang, mbak Ismi mengalami orgasme yang kedua kalinya. Tubuh mbak Ismi kemudian rubuh di atasku. Karena aku belum orgasme, birahikupun masih tinggi menunggu penyaluran. Kubalikkan tubuh mbak Ismi, dan kugenjot penisku dalam liang kewanitaannya. Rasa nikmat menjalari seluruh tubuhku. Kali ini eranganku yang menggema dalam kamar tidur itu.

“Oh.. Enak mbak.. Yes.. Yes..” erangku ditengah suara ranjang yang berderit keras menahan guncangan.
“Johan mau keluar mbak..” kataku ketika aku merasakan air mani sudah sampai ke ujung penisku.

“Keluarin di mulut mbak aja, sayang..”Akupun mencabut keluar penisku dan mengarahkannya ke wajah mbak Ismi . Tangan mbak Ismi langsung meraih penisku, untuk kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya.
“Ahh.. Mbak..” jeritku ketika aku menyemburkan air maniku dalam mulut mbak Ismi .Mbak Ismi lantas mengeluarkan penisku dan mengusap-usapkannya pada seluruh permukaan wajahnya yang cantik. Setelah membersihkan diri, kamipun kembali duduk di ruang tamu.
“Enak Mas?” tanyanya sambil tersenyum genit.
“Enak mbak… memang mbak sering ya beginian” kataku menyelidik
“Nggak kok.. Kalau pas ada anak muda yang mbak suka saja..” jawabnya
“Oh.. Mbak sukanya anak muda ya..” kataku
“Iya mas.. Disamping staminanya masih kuat.. Mbak juga merasa jadi lebih awet muda.” jawab mbak Ismi genit.

Tak lama mobil yang dinantipun datang. Akhirnya aku jadi membeli mobil mbak Ismi itu. Disamping kondisinya masih bagus, mbak Ismi memberikan korting 10 juta rupiah.

“Asal kamu janji sering-sering main ke sini ya” katanya sambil tersenyum saat memberikan potongan harga itu.Kejadian ini berlangsung sebulan yang lalu. Sampai saat ini, aku masih berselingkuh dengan mbak Ismi.

tags #Cerita Seks, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita dewasa, Cerita Seks Pembantu, Cerita seks abg, Cerita Seks Sedarah, Cerita seks Selingkuh, Cerita Seks Tante.

Subscribe to receive free email updates: