Cerita sex - Ngetot dengan teman Kampus

Cerita Seks, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita dewasa, Cerita Seks Pembantu, Cerita seks abg, Cerita Seks Sedarah, Cerita seks Selingkuh, Cerita Seks Tante.

www.inginseks22.com

Lia  adalah rekan kuliahku dari Makasar, orangnya semampai dengan tinggi sekitar, berpayudara besar. Aku dengan Lia awalnya hanya teman biasa, tidak lebih, Tapi karena dia aktif di koran kampus, maka kami menjadi sering ngobrol bareng. Pada awal tahun 2008, kampus mengadakan lomba karya ilmiah, Dosen meminta aku dan Lia  menjadi wakil pada jurusan kami. Waktu penyerahan hasil karya hanya tinggal beberapa hari lagi, Akhirnya kami sepakat untuk segera dapat menyelesaikan tugas itu.

“Sore nanti kita ketemu ya… masalah tempat kita atur nanti?” tanyaku pada Lia  saat aku ketemu dia di depan Kampus.
“Aku sih ngikut aja Mas…. Di rumah kamu boleh, karena jika di kontrakanku Mas gak boleh masuk. Yang punya rumah kontrakan gak ngijinin jika aku terima temen coeok. Akhirnya aku kasih nomor hp beserta alamat rumahku kepadanya.

Sore hari sekitar jam 4 HP ku bordering, ternyata pesan singkat dari Lia  

“Mas Aku sudah nyampai Nih…”

Saat itu kulihat Lia  mengenakan kaos merah ketat dengan bawahan pendek warna hitam, Wow… Lia  ternyata cantik juga (kataku dalam hati). Tak lama kemudian Kami pun mulai mencari dan mengumpulkan data lewat internet, Selanjutnya Lia  yang menyusun dan mengetik di komputer. Saat kami sedang focus dengan komputer, di luar rumah ada orang yang memanggil nama ibuku,

“Siapa ya, Lia aku keluar dulu ya…” kataku pada Lia  .
“Okey… silahkan” jawab Lia  sambil matanya terus konsen ke monitor.
“Eh… Bu RT… da apa ya Buk? Tanyaku ramah
“Ini lho nak… ada pengisian biodata dari kelurahan, nanti sampaikan ke ibu ya nak? Jawab bu RT.

5 menit kemudian aku kembali ke kamarku dengan sengaja berjalan jinjit berniat ingin mengejutkan Lia  . Namun ketika aku sampai di depan pintu kamar, tak sengaja aku lihat sedang tiduran dengan satu kaki lurus dan satunya lagi ditekuk, namun yang membuatku terkejut saat kulihat tangan kanannya bergerak-gerak dalam celana dalamnya. Ternyata ketika aku keluar kamar tadi, Lia  memutar film porno, pasti Lia  tidak sengaja menemukan koleksi film BFku yang tersimpan di folder. Mungkin karena saat melihat film itu nafsu birahinya menjadi terangsang, akhirnya Lia  memutuskan masturbasi dan tidak menyangka aku akan melihat adegan syur itu.

Akupun menjadi tidak berani mengganggu keasyikannya itu. Maka aku memberikan waktu agar dia selesai meriah kenikmatannya. Ketika dia mulai terlihat sangat asyik, aku menjadi terangsang juga, karena merasa tidak kuat, maka aku sengaja bernyanyi kecil dan langsung membuka pintu kamar. Lia  tampak sangat terkejut sekali dan kebingungan, dia segera menarik tangannya dan merapikan pakaiannya. Namun dia lupa mematikan layar komputerku yang masih memutar film porno. Aku pura-pura terkejut dan berdiri di pintu kamar, lalu berjalan ke arahnya sambil tersenyum dan bertanya,

“Kamu lagi liat paan Lia…?” tapi Lia  tidak segera menjawab , malah dengan tergesa-gesa mengambil buku-bukunya, memasukkan ke tasnya dan segera berjalan ke luar kamar sambil berkata,
“Aku mau balik aja” katanya dengan muka yang kemerah-merahan.
Segera aku berjalan kearahnya dan menggenggam tangannya, namun dia melepaskan genggaman tanganku, aku menyadari bila saat ini dia sangat merasa malu dengan apa yang dia lakukan tadi. Kembali kuraih kedua tangannya, posisi kami menjadi saling berhadapan. Lia  membuang muka, aku berbisik ke telinganya

“Sorry… aku telah membuta kamu malu. Namun toh kita ini sudah sama-sama dewasa, dan aku maklum dengan apa yang kamu lakukan, dan akupun gk akan ceritakan ni semua ke orang lain, cukup aku aja yang tahu, dan jika kamu mau nerusin ya silahkan, aku bisa tunggu di luar sampai kamu selesai” kataku berusaha memberikan penjelasan agar dia bisa kembali tenang.

Mita masih diam dan membuang. Entah karena apa, aku berkata “Apa justru aku yang jadi sosok imajinasimu kamu?” Mita berbalik menatapku dengan tatapan marah, lalu kembali dia berusaha melepaskan genggaman tanganku sambil setengah berkata ketus. “Aku bukan cewek gampangan?”

Kini aku yang jadi terdiam, sadar akan kesalahan kalimat yang keluar dari mulutku. sambil tetap menggenggam kedua tangannya, kemudian aku dekap tubuh Lia  dengan lembut.

“Sorry … sorry Lia…, aku tadi Cuma binggung bagaimana menyikapi kejadian ini” kataku sambil membelai rambutnya dan mencium keningnya dengan lembut.

Mendapat perlakuanku itu, marah Lia  menjadi rena, bahkan dia kini memeluk tubuhku. Aku pun membalas pelukannya, sambil aku melirik ke arah komputer yang masih menayangkan film porno Asia. Saat kami sudah duduk, Mita tetap ada dalam pelukanku sambil sesekali membelai rambutnya. Saat Lia  telah tenang di berkata,

“Saat aku liatin film porno itu, tiba-tiba aku merasakan memekku gatal banget ingin segera digaruk, namun saat aku menggaruk itu aku merasakan kenikmatan yang sungguh luar biasa.”

Mendengar penjelasaanya itu, aku merasakan kontolku sedikit demi sedikit mulai menggeliat. Selain karena adegan vulgar di layar monitor, Suasana dan bau harum rambut Lia  membuat kelakianku makin terangsang. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh pertanyaan Mita…

“Mas sering Ngesek ya sama Doi? sebab koleksi Film porno di Komputer banyak bgt,” katanya. “Jujur… aku belum pernah Lia...aku hanya hobby koleksi aja” jawabku dengan tenang
Dia menatap mataku dan berkata..“Beneran … gak bohongggg…?” katanya sambil bangkit dan terus menatap mataku.

Aku tersenyum sambil meraih tangannya, “Tapi aku juga manusia yang juga ada nafsu?” jawabku.

Dia tersenyum, kemudian kulihat matanya melirik ke arah selangkanganku.

“Lha… sekarang ini lagi nafsu ga ?” tanyanya dengan antusias, dan itu cukup menggoda birahiku.
“Ada sih … tapi baru dikit” jawabku.

Kembali kami asyik memperhatikan adegan yang ada di layar monitor.

“Dulu waktu aku masih pacaran, aku hanya sampai pada ciuman bibir aja, saling meraba barang pribadi, bahkan kami sudah sama-sama bugil” katanya seakan member tahu bahwa dia belum pernah ngeseks.

Kami sama-sama masih memperhatikan layar monitor yang menayangkan adegan sepasang kekasih Hongkong bercinta dengan buas di sebuah sofa.

“Kalau terus-terus liat yang ginian nafsuku jadi naik nich Lia…” Kataku menggodanya.

Dia tersenyum sambil matanya menatapku,

“Matiin aja layarnya… gitu aja kok repaot” katanya santai
“Yakin nichhhhh…. mau aku matiin? Ga nyeselllllll?” tanyaku sambil memandang genit padanya.

Saat Lia  ke kamar mandi, aku nerusin nonton fil porno yang memang belum sempat aku putar. Karena asyiknya dan serunya adegan seks di monitor, tanpa saar tanganku masuk ke dalam celana dalamku, mengelus-elus kontolku yang sudah semakin ngaceng sambil membayangkan Lia . Tiba-tiba Lia  muncul di depanku sambil menudingku

“Hhaaayyyoooo, lagi ngapain tuuuu… ??? Wajahnya tampak sangat senang bisa membalas.

Aku yang sedang asyik menjadi sangat kaget dan segera menarik tanganku dari dalam celana dalamku.

“Eh … Lia , Ngagetin aja kamu…! Kataku sewot.

Dia melihat ke arah selangkanganku, kemudian melihat wajahku sambil tersenyum geli melihat kontolku bergerak-gerak berontak ingin bebas.

“Mas…, Jujur nih ya, saat ini aku nafsu banget. Tapi aku takut jika harus bersetubuh… Boleh ya aku nyelesaiin yang tadi? Kamu boleh kok nemenin aku di sini. Tapi kamu ga boleh nyentuh aku” katanya dengan mata sendu.

Aku menganggukkan kepala dan tersenyum, “Boleh aja, aku janji ga akan nyentuh tubuh kamu, tapi andai nantinya aku juga ga tahan, boleh ya aku juga ngocok?” kataku sambil menunjuk ke arah kontolku.

“OK… deal… tapi pintunya dikunci aja ya mas” pintanya.

Aku pun segera menutup dan mengunci pintu kamarku. Setelah pintu kamar tertutup, aku liat Lia  sudah berbaring di ranjang, lalu menurunkan rok dan CDnya. Aku terbengong sesaat, Lia  melihatku, tersenyum

“Sorry ya Mas?” aku tersenyum kecut.
“Gak papa… lanjutin aja” jawabku.

Lia  memasukkan tangan kanannya ke balik Cdnya sambil matanya melihat adegan syur di layar monitor, tak lama kemudian terdengar desah napasnya mulai memburu, tanda Lia  sedang berpacu dengan gelora birahinya, merasa tidak puasa kemudian bertanya kepadaku “Mas … mau bantu Lia  aku ga?”

“Boleh…?” jawabku sambil mendekatinya
“Mau ga Mas remesin susuku, aku pengin bisa klimaks” pintanya dengan tatapan yang sayu.

Aku tersenyum dan langsung menjalankan yang ia mau. Sambil terus meremas susunya, aku mencoba merayunya

“Lia… kalo pengin merasakan enak dan nikmat sebaiknya Bh kamu lepasin… biar sensasi nikmat dapat segera kamu dapat”

Lia  setuju, dia bangkit dan segera melepas pengait BHnya, lantas menariknya lepaslah Bh yang dia pakai, Susunya terasa empuk dan kenyal dijari-jariku. Kontolku makin tegang. Sementara aku meremas-remas susunya dari luar kaosnya. Kembali aku memainkan suasana

Lia… mau rasain yang lebih dahsyat ga?” rayuku lagi.

Lia  mengangguk pelan. Dia membiarkan tanganku masuk dalam kaosnya, kuremas-remas dan kupilin putingnya dengan perlahan.

“Aaaacccchhhhh…… oooohhhh” Lia  mendesah.

Mendengar desahan nikmatnya membuat gairah birahiku semakin terbakar. Kucoba menaikkan kaos Lia  , Lia  tidak menolak, matanya terpejam menikmati yang aku lakukan. Setelah susunya terbuka, tanpa minta persetujuannya aku langsung menghisap susunya. Lia  kaget dengan aksiku, tapi segera kusedot lagi susunya dan kujilati putingnya dengan lidahku.

“Oouuuuhhhh … ennaaakk…baaanggeetttt.” Jeritnya lirih.

Aku pun makin bernafsu menikmati susunya, kuhisap dan kadang kugigit pelan. Kulihat birahinya semakin memuncak. Selanjutnya aku berbaring di sebelahnya sambil tetap menghisap dan menggigit susunya,

Lia…Kaosmu aku buka ya… Biar aku bebas mainin susu kamu” dan lagi-lagi dia mengangguk sambil tangannya terus menggosok-gosok memeknya sendiri.

Nafasnya makin tak beraturan. Aku pun segera melepas kaos dan roknya. kemudian aku kembali berbaring sambil meremas dan menghisap susunya. Kini Lia  sudah bugil.
Sambil menghisap dan tangan kananku meremas-remas susunya, tangan kiriku melorotkan celana yang kukenakan. Kontolku sudah sangat tegang, dalam hati aku berkata. Aku harus mendapatkan keperawanan Lia  . Lia  masih terus asyik menikmati permainannya sambil memejamkan matanya,

“Oohhhhh … massss … Enak banget …aaacchhh…” desahnya pelan.

Aku segera memulai aksiku, aku bergerak naik, tidak hanya susu dan putingnya, hisapan dan gigitanku mulai menjalar keseluruh dadanya, lantas pelan menuju lehernya. Matanya tetap terpejam, dari leher, hisapan dan gigitanku serta jilatan pelan menyusuri dagunya, akhirnya kucium bibirnya. Sesaat Lia  membuka matanya, namun tidak menolak ciumanku. Kami berpagutan, dan saling lumat, sesekali kuhisap lidahnya. “hhmmmppph…” desahnya pelan.

Kulepaskan pagutanku di bibirnya, lalu bibirku menuju pipinya, kemudian belakang telinganya, “Acccchhhh… enakkkkkk” katanya sambil menggeliat,

Sambil tetap menjilati menjilati leher dan telinganya, aku berbisik “Enak kan Lia?” Lia  mengangguk lemah.

“Sekarang bantu aku ya Lia….” kataku.

Lia  membuka matanya dan menatapku dengan mata sayu, kutarik tangannya yang sedang menggesek memeknya, dan kuarahkan ke kontolku. Dia nampak kaget sekali,

“Eh… Mas… Kapan Mas bugilnya?” aku tersenyum.
“Kamu genggam aja kontolku dan kamu elus-elus, dan aku yang gantian mainin memekmu” jawabku,

Segera kugerakkan tanganku kea rah selakangnyadan mulai merabai dan menggesek klitorisnya dengan jari telunjukku. Mata Lia  kembali terpejam merasakan nikmat yang mulai menjalari syaraf sensitifnya. Tangannya mengelus dan bahkan mulai mengocok pelan kontolku. Bibir kami kembali saking melumat semakin panas.

5 menit berikutnya aku mulai mencari cara melakukan yg lebih jauh lagi. Kembali kuciumi pipinya, kuarahkan bibirku ke sekitar belakang telinganya. Kemudian aku bangkit, dan terus menciumi telinga Lia  . Birahi Lia  semakin menggila,

“Aaacchhhh…enak bangettt ” dia mendesah merasakan nikmat yang semakin melambungkan jiwanya.

Aku bergerak naik dan mengangkangi tubuhnya. Aku terus menggigit dan menjilati telinga Lia  , nampaknya itu adalah daerah sensitifnya. Tangan kananku terus meremasi susunya. Lia  yang makin terangsang dan…

“Aaacchhhh… masssss…terusss… enak bangettt…” Lia  terus mengerang

Kini aku sudah berada diatas tubuh Lia  , kedua kakiku berada diantara kedua kakinya, sehingga dia tidak dapat berkutik. Lia  tahu akan itu, dia sempat berusaha berontak, tapi hisapan dan gigitanku di telinganya, gesekan tangan kananku di memeknya, dan remasan-remasan tangan kiriku di susunya membuatnya kembali melemah dan bahkan kembali mendesah.

“Aaacchhh… Apa yang mas mau lakuin? Aaacchhhh…. Tapi jangan dimasukin yaaah, aku masih virgin dan belum pernah ML” katanya memohon.

Aku Cuma tersenyum, sambil tetap menciumi telinganya. Itu membuat dia lebih tenang dan kembali mengocok kontolku. Tapi itu memang bagian dari siasatku, pelan kuturunkan pantatku hingga kepala kontolku mengarah ke memeknya. Sambil terus merangsangnya, aku perlahan menempatkan kepala kontolku di depan memeknya. Ketika kurasakan memeknya makin basah, dan dia makin terangsang, kucoba melancarkan serangan akhirku.

Lia… enak banget kocokanmu,….” Bisikku di telinganya.
“Accchhhhhhh….” dia hanya mendesah.
“Nikmat kan Lia…..?” dia mengangguk,

Lia  lalu meremas-remas sendiri ke dua susunya. Tanda dia sudah sangat terangsang, karena memeknya terasa makin basah. Menyadari itu, lalu kutempelkan kepala kontolku di bibir memeknya. Jariku yang mengocok klitorisnya mulai kugantikan dengan kepala kontolku. Kugesek-gesekkan di bibir memeknya, sementara dia semakin menikmati semua rangsangan yang kuberikan. Memeknya yang makin basah terasa menggodaku untuk memasukkan kontolku yang sudah tegang, tapi aku harus sabar untuk melakukan itu. Masih kugesek-gesekkan kontolku di bibir memeknya yang mulai banjir, Lia  semakin meracau saat kuhisap daun telinganya, dan kujilat bagian dalam telinganya dengan lidahku.

Ketika kepala kontolku sudah benar-benar tepat di depan lubang memeknya. Kutatap wajahnya yang tampak sangat terangsang, matanya terpejam, mulutnya terus mengeluarkan suara desahan.

Lia….aku masukin yah?” rayuku.

Lia  membuka matanya, tangannya langsung meraba memeknya, menyentuh batang kontolku. Matanya sayu menatapku. Akhirnya, tanpa kuduga dia menganggukan kepalanya. “Aku juga pengen banget Mas…puasin aku ya Mas…” katanya

Lalu dia menggenggam kontolku dan mengarahkannya ke memeknya. Perlahan kuturunkan pinggulku. Kudorong pelan kontolku. Matanya terpejam menantikan tusukan kontolku di memeknya,

“Acchhhh….sakiiit Massss… Pelan-pelan aja” katanya.

Kembali kucium bibirnya, Sesekali kuarahkan bibirku ke telinga dan lehernya, kuhisap, kujilat dan kugigit pelan.

“Aaacchhh..aacchh…Geliiii” dia mendesah,

Selanjutnya kudorong pelan kontolku, kepala kontolku mulai masuk, memeknya yang merekah merah perlahan menelan batang kontolku.

“Adduuuhhhh massss…, saaakkkiiittt….” Jeritnya pelan

Untuk membuatnya tenang aku segera melumat bibirnya sambil terus mendorong kontolku pelan. Kucium bibirnya, dia membalas dengan ganas, digigitnya lidahku.

“Tahan sebentar sakitnya ya Lia…., bentar lagi enak kok” jawabku berbisik di telinganya.

Dia mengangguk, tangannya mencengkram erat punggungku. Akhirnya semua batang kontolku masuk, aku dapat merasakan dinding rahimnya di ujung kepala kontolku. Mulai kutarik pelan kontolku, lantas kudorong masuk lagi. Kulihat dia mulai menikmati enaknya kontolku.

“Aaaaccchhh…aaaccchhh…. Enak sayang, enak bangettt.” dia mulai meracau.

Terus kumainkan pinggulku perlahan dan semakin cepat, semakin cepat. Kurasakan memeknya seperti meremas-remas batang kontolku. Desahannya pun makin keras dan makin cepat, mengikuti tusukan kontolku dalam memeknya.

“Oohhhhh … Masss….aacchhh..acchh..aaacchhh… enak Massss. Enak…” desahnya di telingaku,

Pinggulnya mulai bergerak alami mengimbangi tusukan-tusukanku. Kulingkarkan kakinya ke pinggangku, dia makin keras mendesah dan meracau, matanya menatapku sayu dan bibirnya sedikit terbuka. Kucium bibir itu, dia kembali menggigit lidahku. Kurubah lagi posisi dengan menaikkan kakinya ke pundakku. Ketika kudorong kontolku dalam posisi ini, dia seperti tersihir. Matanya membelalak menatapku dan bibirnya sedikit terbuka.

“Masss,… enak banget sayang…. Sumpah, enak banget…. Kontolmu enak banget…” kata-katanya semakin tak karuan.

Mendengar desahan nikmatnya itu, Gairahkupun makin bergelora, kupercepat ritme tusukan-tusukanku, sementara tangan kiriku bertumpu pada kasur, tangan kananku meremas kedua susunya berganti-ganti. Kutatap wajahnya yang terlihat seksi dengan butir-butir keringat di kening dan lehernya. Desahan-desahannya makin menggila, begitu pula gerakan pinggulnya makin liar.

“Masukin kontolmu yang dalam mas…masukin lagi…Enak banget sayang….aaacchhh….enak sayaaannggg…yang kerasss Massss….” desahnya sambil menggerakkan pinggulnya ke segala arah.

Setelah itu badannya mengejang, lantas tubuhnya kaku sesaat, kurasakan remasan memeknya di batang kontolku makin kuat, lantas terasa hangat. Dia mendapatkan orgasme pertamanya. Kuhentikan sejenak gerakan pantatku dan kubiarkan kontolku dalam memeknya, memberikan dia kesempatan untuk menikmati orgasmenya. Aku tersenyum, lantas mencium bibir dan keningnya.

“Gimana Lia… Enak kan?” tanyaku.

Dibuka matanya dan tersenyum, matanya sayu menatapku. “Oh… Mas …enak banget, kamu pasti udah sering banget ngetot, ya? pinter banget mainnya”

Kucium lagi bibirnya, sementara kontolku masih menancap dalam memeknya, kuremas-remas susunya kembali. Kedua kakinya yang ada di pundakku kuturunkan.

“Aku belum klimaks lo, Lia ku sayang” bisikku di telinganya.
“Iya Mas, aku tahu…. Aku juga masih pengin lagi kok” jawabnya manja.

Lia  lalu bangkit dan lepaslah kontolku dari sarangnya, dia duduk disampingku lantas menggemgam kontolku. Menatapku sebentar, lalu tersenyum. Kemudian dikulumnya batang kontolku dalam mulutnya, dia menjilati kepala kontolku, menghisap bola pelerku dan sesekali mengocok kontolku dengan tangan. Tak lama kemudian, aku merasakan cairan lahar akan keluar dari kontolku.

Lia…. Oohhhhhh, aku mau keluar sayang…” dia menolehku sesaat, kemudian kembali memasukkan kontolku dalam mulutnya, disedot-sedotnya kontolku sampai akhirnya aku tak kuat lagi menahan semburan spermaku. Dia terlihat kaget, namun sambil menatapku, dia tetap menahan kontolku dalam mulutnya. Ditelannya habis semua cairan yang keluar dari kontolku. Setelah itu dia menjilati kontolku lantas menapatap mataku sambil bertanya.

“Enak pa gak Mas….?” tanyanya.
“Thanks ya Lia… Hisapanmu nikmat banget”kataku sambil mencium keningnya.

Malam itu kami mengulanginya terus dan terus sampai fajar menyingsing. Akhirnya tugas dari Ka Progdi tidak dapat kami selesaikan. Karena aku dan Lia  tak ada waktu untuk mengerjakan. Waktu kami habis untuk terus memadu kasih.

tags #Cerita Seks, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita dewasa, Cerita Seks Pembantu, Cerita seks abg, Cerita Seks Sedarah, Cerita seks Selingkuh, Cerita Seks Tante.

Subscribe to receive free email updates: