Cerita Seks Abg - Nikmat Juga Ngetot Dengan Lelaki Setengah Tua

Laela adalah seorang cewek belia umur 17 tahun, yang masih kelas 2 SMA, dia gadis ramah, dan cantik, Laela mempunyai tubuh yang seksi. Siapun cowok yang melihatnya pasti akan ngeces. Berawal ketika siang tadi siang saat Laela pulang sekolah berpapasan dengan Om Ismam yang sedang memperbaiki atap rumah.
www.inginseks22.com
 
“Siang pak..lagi ngapain pak..?” sapa Laela. “Eh..dik Laela dah pulang..”sahut Om Ismam dengan mata berbinar. “ Laela yang mau pengin ke kamar terpaksa menghentikan langkahnya dan menoleh, ketika Om Ismam meminta bantuannya, namun sebenarnya Laela kesel banget dengan pandangan nakal Om Ismam.
“Bisa pak…” jawab Laela agak Ketus. “Tolong turunkan semua foto-foto yang tergantung di dinding, sebab dindingnya mau sya bersihkan.” Kata Om Ismam. Saat Laela menaiki tangga yang dipegangi Om Ismam, Mata Om Ismam dengan leluasa menikmati indahnya paha putih mulus. Melihat pemandangan indah ini, Om Ismam merasa nafasnya sesak sama sesaknya dengan penisnya yang jadi semakin keras menegang. Sungguh indah bentuk paha gadis ini dan ia dengan bebas bisa melihat dari dekat, ingin rasanya mengelus paha montok nan mulus itu, tapi saat itu Om Ismam hanya dapat menelan air liurnya sendiri.
Sudah beberapa kali  Laela naik turun tangga untuk menurunkan semua foto yang ada di dinding, sampai akhirnya entah karena capek atau kurang berhati-hati, dan rasa dongkolnya pada Om Ismam Laela terpelanting dari tangga.
“Eiiihh…eiihh..” 
Laela terjatuh ke belakang dan saat itu dengan sigap Om Ismam menangkapnya sehingga tidak sampai terjatuh lebih parah. Merah muka  Laela karena satu tangan yang menahan dirinya memegang tepat ke pantatnya dan sepertinya ia merasa tangan itu sedikit meremasnya. Dengan cepat ia menjauhkan badannya dari dekapan Om Ismam yang mengambil kesempatan itu.
“Maaf dik 
Laela, untung sempet saya tangkap tubuh adik, kalo ngga bisa gawat tuh..” ujar Om Ismam tersenyum nakal yang masih menikmati hangatnya tubuh dan kenyalnya pantat  Laela tadi walau sesaat.
“Mmm..iya pak, makasih....” jawab 
Laela sambil ngeloyor pergi dengan diikuti pandangan Om Ismam yang menikmati gerakan pinggul gadis yang montok itu. “Hmmm..suatu saat tubuh indahmu bakal kutelan habis” pikir pria setengah tua ini yang sebenarnya memang punya kelainan sex, dalam hati.
Laela masih uring-uringan dengan kejadian tadi. Sudah terlalu sering ia mendapat perlakukan atau kata-kata yang menjurus mesum dari si pria setengah tua itu, tapi ia berusaha menahan diri mengingat bahwa tempat kost ini cukup murah dengan fasilitas yang ada juga ditambah lagi dengan lokasi yang di tengah kota dan dekat dengan sekolahnya atau mau ke mana saja. Maka ia memutuskan untuk tetap bertahan asalkan si otak mesum itu tidak terlalu kurang ajar. Bila ketemu pasti  Laela merasa risih dan agak ngeri ngeliat mata Om Ismam yang seperti menelanjangi sekujur tubuhnya, tapi terkadang selain ngeri dan risih  Laela juga merasakan bangga dan senang karena kecantikan dan tubuhnya menjadi perhatian sampai seperti itu.
“Ahh..persetan, ga penting juga kali …mendingan aku mandi” kata 
Laela dalam hati Sambil mulai melepas satu per satu kancing blusnya dan melepasnya sehingga bagian atasnya kini hanya tertutup BH Biru muda yang susah payah berusaha menutupi payudara besar. Dengan pinggang yang ramping, maka payudara itu tampak sangat besar dan indah dan karena  Laela rajin olahraga makin tampak kencang dan padat. Sungguh merupakan idaman bagi semua laki- laki di dunia bagi yang dapat menikmatinya. Lalu ia melanjutkan dengan melepas rok abu-abunya ke bawah sehingga kini tubuh yang memiliki tinggi 169cm ini hanya ditutupi bra dan cd yang berwarna senada.
Body yang akan membuat laki-laki rela untuk mati agar bisa mendapatkannya, memiliki kulit putih mulus dan dihiasi dengan bulu-bulu halus lembut. Menjanjikan kehangatan dan kenikmatan dunia tiada tara. 
Laela melepas kaitan bra disusul dengan cd-nya yang segera dilemparkan ke ember tempat baju kotor. Ia memandang sejenak ke cermin, melihat payudaranya seperti “bernafas” setelah seharian dibungkus dengan bra. Gumpalan daging yang kenyal dan padat dengan puting berwarna coklat muda sungguh menggairahkan.
“Auuh…” 
Laela sedikit merintih atau tersentak saat ia memegang kedua putingnya, serasa ada aliran listrik menyengat lembut dan menimbulkan rasa sensasi geli pada memeknya yang tanpa sadar tangan kirinya turun ke arah memeknya dan sedikit membelainya. Sambil senyum-senyum sendiri,  Laela membayangkan dada telanjangnya dan membusung ini selalu menjadi sasaran remasan dari pacarnya yang tidak penah bosan juga mengulum puting dan menciumi kulit payudaranya yang mulus dan harum itu.
Laela menghela nafas panjang menahan gejolak birahi yang timbul, dan sekarang ia merasa ingin dilampiaskan. Padahal baru tadi malam ia berenang di lautan asmara yang menggelora dengan pacarnya. Ia merasa dirinya selalu saja haus akan belaian pacarnya, padahal hampir setiap ketemu mereka bercumbu dengan hot dan yang suka bikin ngiler adalah mengulum penis Pacarnya sampe bisa keluar spermanya. Kini ia membayangkan ukuran penis Pacarnya saja udah bikin deg- degan, ga sabar untuk ketemu dan mengemut-ngemut batang kemaluan yang kokoh itu.
“Huuuh..mending aku segera mandi aja deh, biar otakku gak semakin ngeres.”
Selesai mandi, sedikit terusir pikiran-pikiran tadi karena sudah tersiram air dingin. Dengan hanya mengenakan rok mini, 
Laela menuju ke ruang makan, karena dari tadi sehabis pulang sekolah dia belum mengisi perut. “Ehh..Dik  Laela baru makan ya..bapak temenin ya, ga baik cewe cantik makan sendirian” tiba-tiba Om Ismam muncul.“Ia pak..” jawab  Laela sambil menggeser menjauh dan berusaha dengan sia-sia menarik turun rok mininya.
Karena kedatangan
Om Ismam Laela buru- buru nyelesaiin makannya, saat tiba-tiba ia merasa puting susunya terasa gatal. Awalnya berusaha ditahan saja tapi makin lama makin meningkat rasa gatalnya, dan bukan itu saja kini ia merasakan hal yang sama pada memeknya. Ia sudah berusaha menahan tapi sudah hampir tidak kuat “Ouuuhh..” keluh  Laela
Akhirnya 
Laela tidak tahan dan ia menggaruk sedikit kedua payudaranya dengan tangannya, saat ia menggaruk terasa nyaman sekali karena gatalnya berkurang tapi sulit untuk berhenti menggaruk. Sambil memejamkan matanya karena keenakan menggaruk ia lupa jika dihadapannya ada Om Ismam.
“Kamu Kenapa Dik 
Laela?” Tanya Om Ismam “Uuuuuffh..ssshh…ga tau nih Pak” jawab  Laela
Aliran darah 
Laela berdesir cepat karena sensasi menggaruknya itu selain menghilangkan rasa gatal juga membuat nafsu birahinya bangkit.
“Ma…maaf pak..uuffh..” 
Laela berniat mau bangkit dari kursi tapi rasa gatal itu makin menghebat yang akhirnya dia hanya terduduk kembali sambil terus menggaruk,ia melihat Om Ismam hanya menonton dengan pandangan penuh nafsu. Laela mengutuk karena ia memberikan tontonan gratis kepada pria tua itu tanpa dapat mencegah. Gerakannya makin cepat dan tidak karuan karena kedua tangannya hanya bisa menggaruk – garuk bagian tubuhnya yang terserang itu, kini rok mininya sudah tersingkap semua karena ia harus menggaruk liang memeknya sehingga memperlihatkan kedua pahanya yang putih mulus itu.  Laela terus mendesah karena kini rasa gatalnya sepertinya tidak bisa digaruk hanya dengan garukan yang masih terhalang kaos dan bh untuk kedua payudaranya dan celana dalam tipisnya untuk memeknya, tubuhnya serasa lemas karena rasa gatal dan nafsu birahinya yang kini membuat memeknya menjadi basah dan ia merasa putingnya mengeras.
Karena akhirnya ia tidak tahan dan tidak bisa mencegah lagi, dengan serabutan dan cepat ia menarik turun branya sehingga kini payudara putihnya telanjang, segera ia menggaruk dengan cepat dua gunung indah itu terutama putingnya yang kini sudah mancung dan mengeras, kakinya bergerak blingsatan karena rasa gatal pada memeknya makin menghebat.
Om Ismam tersenyum dalam hati, kini ia dapat menikmati melihat indahnya pemandangan di depannya itu, betapa payudara  Laela yang berbentuk bulat kencang itu tidak tertutup apapun. Senang ia melihat gadis yang cantik ini kini tampak tidak berdaya. Rencana awal ini berhasil dengan baik, yang ternyata ia telah mencampuri makanan itu dengan obat perangsang dan bubuk gatal. Tangan Laela masih bergerak menggaruk, makin lama makin menghebat dan dari mulutnya meracau tidak jelas. Dengan susah ia berusaha menggaruk memeknya secara langsung tapi ia kesulitan karena harus menggaruk putingnya. Akhirnya Om Ismam memberanikan diri menawarkan bantuan,
“Saya bantu ya Dik 
Laela…” tanpa disuruh ia menarik turun celana dalam tipis  Laela, sehingga sekarang terlihat memek  Laela yang dihiasi bulu-bulu halus. Tampak indah sekali dan menggairahkan. “Ouuuuhh…ss..stoopp…aiiieh… iyaa…ouuhh” ngga jelas  Laela mau ngomong apa.
Sedetik berikutnya memeknya sudah diobok- obok oleh orang yang dia sebeli, tapi 
Laela tidak berdaya karena rasa gatal dan nafsunya yang memuncak sehingga dia tidak mampu menolak perbuatan Om Ismam . Kini ia fokus menggaruk payudaranya, tidak hanya digaruk tapi juga diremas-remas dan memuntir-muntir putingnya sendiri. Dengan leluasa Om Ismam menggesek-gesek bagian tubuh yang paling rahasia milik gadis itu. Hampir 5 menit liang memek itu sudah becek dan menimbulkan bunyi kecipak karena gerakan jari-jari Om Ismam yang sudah ahli itu. “Aaaahh..jgn dilepas..ohh…pak..” jerit  Laela saat tangan Om Ismam mengangkat tangannya dari memeknya yg sudah basah itu dan malah. “Kenapa Dik..? kamu mau aku untuk terus mainin memek kamu..?” tanya Om Ismam . “Ngeh..ngeh..iii … ouufh..”  Laela menganggukkan kepalanya “Bener nihhhh..??” Tanya Om Ismam senang. “uuhh…ngeh… sssh..”  Laela mengangguk lagi, karena sudah terbakar birahi. “Baiklah adik cantikkkkk…” jawab Om Ismam
Lalu dengan sigap jarinya menggerayangi bibir memek 
Laela yang becek itu dan menggesek dengan cepat.  Laela melenguh penuh nikmat sambil meregangkan selakangannyanya, lalu tersentak hebat saat jari itu menusuk masuk dan menemukan klitorisnya yang mengakibatkan  Laela mendesah- desah. Laela merasakan terbentuknya sensasi orgasme menanjak naik.. “Oouuhh…ja.nggaannn..” ia berusaha menahan dirinya, tapi gerakan jari Om Ismam makin menggila dan terus menggila, ia sudah hampir tidak tahan. Sambil menggigit bibirnya dan memejamkan matanya ia berusaha menahan klimaksnya, tidak mengira bahwa dirinya dapat dibuat klimaks oleh Om Ismam . “Ouuuuuuhhhhhh…. aaaiiiieeeeeeeeeee…..” dengan teriakan panjang  Laela mencapai puncaknya dan tubuhnya menggetar keras.
Cairan nikmatnya makin deras membasahi liang memeknya, ia menikmati setiap detik sensasi luar biasa itu. Tubuhnya makin lemas dan pandangannya nanar. Ia tak mampu menolak saat
Om Ismam menunduk dan mencium bibirnya yang tipis. “Mmmmmmpphhh…..”  Laela mengerang dan sulit menolak saat lidah Om Ismam memasuki rongga mulutnya dan melilit-lilit lidahnya, bahkan tanpa sadar ia membalas ciuman itu. Sementara tangan Om Ismam masih mengocok kencang lubang memeknya dan  Laela merasakan kembali orgasmenya mau menyeruak lagi..apalagi saat ciuman Om Ismam berpindah mencium puting susunya.
“Auukkh..ssttopp..ssssshh… ssshh..” tapi 
Laela malah membusungkan dadanya, sehingga mempermudah Om Ismam menikmati puting kerasnya. Kini rasa gatalnya sudah terganti dengan desakan nafu birahi yang tidak pernah terpuaskan, tangannya yang bebas dituntun oleh Om Ismam ke penisnya yang sudah mengeras.
“oouuh..bes..bessar banget ppaakk..” gumam
Laela tanpa sadar saat merasakan batang hangat yang berdenyut-denyut dalam genggamannya, ia melirik ke arah batang kemaluan Om Ismam yang ternyata lebih besar dibanding milik pacarnya.
Tanpa sadar membayangkan apakah ia mampu untuk mengulum penis itu dalam mulutnya atau membayangkan bagaimana rasanya bila penis itu menyerang memeknya. Dengan birahinya yang terus membara. 
Laela dengan penuh nafsu terus mengocok penis raksasa Om Ismam, ia sudah tidak ingat akan rasa sebelnya terhadap pria setengah tua itu. Om Ismam mulai mendesah-desah keenakan di antara kulumannya pada kedua puting  Laela.
“Aaaaaaaannggghhhhh… pppaaaakkhh…… aaaaaaannggghh…” 
Laela mencapai klimaks sampai dua kali berturut-turut karena kocokan tangan Om Ismam , matanya makin nanar dan bibir seksinya menyeringai menahan nikmat. “Sekarang kamu emut punya bapak yaa..kamu kan jago kalo sama pacar kamu”
“ouuh..ngga ma..mau..ap… aauupphhh..mmmhh..” 
Laela yang lemas akibat klimaks tadi tak berdaya menolak saat Om Ismam menarik lehernya membungkuk ke arah batang kontolnya, tidak memperdulikan protes  Laela yang ia tau hanya pura- pura karena sebenarnya sudah jatuh dalam genggamannya. Kini dengan dengan bibirnya yang seksi dan lidah yang hangat lembut itu mulai mengulum batang kemaluan itu.
“Oooh..enak sayaaang…kamu memang jago..sssshh…?” Desis
Om Ismam.
Aroma dan rasa dari penis laki- laki itu telah menyihirnya untuk memberikan sepongan yang paling enak. “Ayo..cantik… sekarang kamu di atas ya..” pinta
Om Ismam Tanpa berucap  Laela mulai menaiki ke atas tubuh tambun Om Ismam , dengan hati berdebar menanti penis besar itu ia menurunkan pinggulnya dengan dibantu tangan Om Ismam yang memegang pinggangnya yang ramping.
“Ooooh..” 
Laela mengerang saat ujung kontol itu bersentuhan dengan bibir memeknya dan mulai memasuki liang surganya. Kembali ia mengerang menahan sedikit sakit saat baru masuk sedikit, liang memeknya berusaha mengimbangi diameter penis Om Ismam itu.
“Enak kan Cin?”Tanya
Om Ismam. “Hmmmmm…nggh…”  Laela hanya mengerang dan memjamkan mata menunggu penis itu terbenam seluruhnya ke dalam memeknya. Tapi Om Ismam hanya menggesek- gesek liang memek  Laela itu dengan ujung kepala “meriamnya”.  Laela menggoyang- goyang pinggul seksinya dan berusaha menurunkan pantatnya, tapi Om Ismam tetap menahan pinggulnya sehingga tetap belum dapat membenamkan penis Om Ismam seluruhnya.
“Hemmm…kenapa Cin? Udah ga sabar yaa ngerasain kontol bapak?” “Oouuh …paaak… tolong masukin kontol ba..ngeehh..bapak ke memekku paak, kentotin sayaaa ooh paakk… akkuu.. akuuu mohooon…” pinta 
Laela memelas sambil meremas-remas kedua payudaranya.“Hehehehe…kamu tergila- gila ya sama kontol bapak..” “Iyaa ppaakkh… please..aku ga tahaaan paakk…”
Om Ismam lalu menarik ke atas tubuh  Laela dan menurunkannya kembali, dengan diiringi erangan  Laela merasakan penis itu makin dalam menerobos ke liang memeknya dan sulit ia menahan diri untuk tidak klimaks yang keempat kalinya.  Laela kembali menaikkan turunkan pantatnya, awalnya perlahan tapi makin lama makin cepat karena memeknya sudah bisa menerima penis berukuran di atas rata-rata itu. Laela sudah benar-benar dikuasai nafsu birahinya dan ia merasa terbang ke awang-awang merasakan gesekan-gesekan penis Om Ismam dengan dinding memeknya. Tidak sampai 5 menit  Laela sudah merasakan akan keluar lagi.
“Ouuh..ammmpuuunnnnn.. oouuuhhhhhhhhh..” 
Laela mencapai klimaksnya lagi dan ia terus bergerak naik turun menunggangi penis yang masih perkasa itu. Payudaranya yang besar menggantung itu bergerak naik turun mengikuti irama gerakan badannya, dengan nikmat Om Ismam meraup gumpalan daging kenyal itu dan meremas- remasnya dengan gemas. Dengan liar  Laela terus menunggangi penis itu. Hampir 25 menit  Laela menikmati permainan penis itu, dalam permainan itu  Laela sudah mencapai orgasme 4x lagi, ia tidak dapat menahan untuk tidak melenguh dan berteriak nikmat. Pikirannya sulit untuk fokus bahwa ia telah dibuat klimaks oleh seorang laki- laki setua itu. Om Ismam juga sudah hampir mencapai puncaknya, penisnya telah mengeras sampai maksimal dah hal ini juga dirasakan oleh  Laela, ia mempercepat gerakan naik turunnya yang menyebabkan payudara montoknya bouncing naik turun makin cepat.
“Uuuaaahh… gilaaaaa… ooouuuhhh…” akhirnya
Om Ismam tidak dpt menahan lagi, spermanya muncrat seiring dengan klimaksnya yang ternyata berbarengan dengan klimaks yang sangat kuat dari  Laela. Om Ismam merasakan dinding memek  Laela yang hangat itu bergetar menambah kenikmatan klimaksnya. Dengan lunglai  Laela turun dari tunggangannya dan rebah di samping Om Ismam yang juga masih merem melek habis menikmati tubuh gadis cantik dan sexy itu.
Setelah peristiwa itu 
Laela memutuskan untuk pindah kost, karena dia tidak mau hal itu terulang lagi. Ia akan malu berat jika sampai pacar atau temen-temennya tahu bahwa dia mau-maunya ngeseks dengan lelaki yang pantasnya menjadi ayahnya. Cukup sekali itu saja dia ngeseks dengan Om Ismam, meski ia sangat menyukai hebatnya kontol Om Ismam yang super gede dowo.
Cerita Seks, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita dewasa, Cerita Seks Pembantu, Cerita seks abg, Cerita Seks Sedarah, Cerita seks Selingkuh, Cerita Seks Tante.

Subscribe to receive free email updates: