Cerita Sex – Ngesek bertiga dengan Istri dan Tetanggaku

www.inginseks22.com

Malam Perayaan menyambut HUT Kabupaten, warga kampung tempat tinggal Nono mengadakan malam hiburan berupa dangdutan sampai tengah malam. Kebetulan waktu itu adalah hari Sabtu malam minggu. Tua muda, laki-laki perempuan, semua ikut bergembira. Semua turun berjoget mengikuti alunan lagu yang dibawakan oleh penyanyi. Mula-mula berjoget dengan pasangan masing-masing. Semua bergembira sambil tertawa lepas mengikuti irama musik.

Menjelang tengah malam pada lagu terakhir, Heny (ISTRI NONO) berjoget dengan seorang pria, sedangkan Nono berjoget dengan Emi, seorang ibu rumah tangga yang tinggal satu tempat kontrakan tapi berjarak beberapa pintu dari kamar mereka.  Emi 3o tahun adalah istri seorang karyawan pabrik yang bekerja dengan shift. Walau sudah berumur tapi penampilan Emi selalu tampak muda karena cara berpakaiannya yang bahenol dan pandai bermake up.

Sepintas Heny melirik pada Nono yang sedang berjoget dengan Emi. Terlihat Nono sedang tertawa dengan Emi sambil berjoget. Emi memutar-mutar pinggul bulatnya dengan bentuk pantat yang padat dan besar. Rok span ketat memperlihatkan pantat bahenolnya yang merangsang pada saat bergoyang. Lalu Heny kembali berjoget dan tertawa dengan pasangannya. Setelah acara usai, semua kembali ke rumah masing-masing dengan perasaan gembira walaupun capek.. Sesampai di rumah, setelah mandi air hangat, Heny dan Nono segera ke tempat tidur.

“Bagaimana tadi, honey?” tanya Nono sambil memeluk Heny. “Apanya?” tanya Heny kembali sambil menempatkan kepalanya di salah satu tangan Nono. “Tadi waktu kita di tempat pesta” jawab Nono sambil mengecup bibir mungil Heny. “Aku benar-benar gembira…” kata Heny tersenyum sambil tangannya mengusap-ngusap penis Nono.

“Harusnya kampung kita lebih sering melakukan acara seperti tadi ya. Jangan cuma setahun sekali…” kata Nono. Satu tangannya masuk ke balik baju tidur Heny. Toket Heny diremas-remas dengan lembut. Heny tidak mengenakan pakaian dalam di balik baju tidur itu.

“Hmmmmm.. Kenapa begitu?” tanya Heny sambil mencium pipi Nono lalu mengecup bibirnya. Tangannya masuk ke balik celana Nono. Menggenggam senjata pribadi Nono yang mulai tegang. Mengocok-ngocoknya dengan pelan.

“Ya… kita kan bisa bergembira dengan warga kampung. Jarang sekali ngumpul bareng warga kampung,” ujar Nono sambil melepas tali baju tidur yang dikenakan Heny. Sambil membaringkan kepalanya di samping dada Heny, dijilatnya salah satu puting toket Heny sambil tangannya yang lain meremas toket yang lain. “Oooohh Honey…” desah Heny pelan sambil memejamkan matanya. Tangannya meremas dengan erat senjata pribadi Nono.

Sambil tetap menciumi dan menjilati toket Heny, tangan Nono yang tadinya meremas susu, turun ke perut lalu disusupkan ke Empik Heny. Setelah jari-jarinya menyentuh bulu empik Heny yang tipis, diusap dan diremasnya gundukan di selangkangan itu. Heny terpejam sambil mendesah pelan.

Jari-jari tangan Nono lalu menyusuri belahan di selangkangan itu dan menyelusup ke dalamnya. Jari tengahnya menggosok-gosokdinding bagian dalam Empik  Heny pelan. Lalu jari jempolnya menggosok-gosokkelentit Heny. “Ooooooooooohhh honeeyyy…” desahan Heny mulai tegang sambil menggerakkan pinggulnya.

Jari jempol Nono terus menggosok-gosok kelentit Heny dan jari tengahnya terus menggosok-gosok dinding dalam bagian atas Empik  Heny sampai cairan Empik  Heny keluar membasahi jari tengah Nono. “Ooooooohhh…” desah Heny sambil satu tangannya memegang tangan Nono yang sedang bermaik di Empik nya. “Enak, honey?” tanya Nono lalu melumat bibir Heny.

Lalu jari tengah Nono dikocok-kocokkan di Empik  Heny. Tanpa menjawab pertanyaan Nono, Heny membalas ciuman Nono dengan hebat sambil menjepitkan pahanya dan menggoyangkan pinggulnya menahan kenikmatan ketika jari tangan Nono keluar masuk lubang Empik nya.

“Buka pakaiannya dong, honey,” bisik Heny ke telinga Nono. Nono bangkit dan melepas seluruh pakaiannya. Penis Nono terlihat sudah berdiri dengan kerasnya. Batang Penis yang ditumbuhi bulu-bulu pendek. Urat-uratnya melingkari batang Penis dengan kepala yang membulat coklat mengkilat.

Melihat itu, Heny segera bangkit dan duduk di tepi ranjang. Digenggamnya Penis Nono, Lebih kurang dua genggaman tangannya. Lalu dikocok-kocok perlahan. Cairan nikmat terlihat keluar dari lubang kepala Penis Nono. Ujung lidah Heny menjilati cairan tersebut. Lidahnya menyusuri belahan bulatan kepala Penis Nono yang memerah mengkilat.

“Ooooooohhhh Honey…” desah Nono sambil meremas rambut Heny. Sambil melirik ke arah Nono lalu mulut Heny mengulum batang Penis Nono yang besar dan berurat-urat itu. Clop … Clop … Clopp … Terdengar suara kuluman mulut Heny pada Penis Nono. “Oooooooohh… Enak honeyyyyy… Ooooooooohhhh…” desah Nono sambil memegang kepala Heny lalu memompa pelan Penisnya di mulut Heny.

“Gantian, honey…” bisik Heny sambil melepas kulumannya menatap Nono. Nono tersenyum. Dibaringkannya tubuh Heny. Setelah meletakkan guling sebagai alas kepala agar Heny dapat melihat Nono menjilat dan mengemut Empik nya, lalu Nono juga berbaring dengan mengangkat kedua kaki Heny yang dikangkangkannya lebar-lebar.

Heny mendesah panjang saat lidah Nono dengan lincahnya bermain dan menjilati kelentit Empik  Heny. “Oooooooooohh Hoonneeyyy.., Terusssss…” desah Heny. Apalagi ketika jari Nono masuk ke lubang Empik nya sambil lidahnya tak henti menjilati kelentit Heny. Gerakan pinggul Heny makin keras mengikuti rasa nikmatnya. Tak lama kemudian tangan Heny dengan keras meremas rambut Nono dan mendesakkan kepala Nono ke Empik nya. Lalu..

“Oooooooohhh… Enak, Hoonneeyyy.., Sssssssssshh…” jerit kecil Heny terdengar ketika Heny mencapai puncak kenikmatan. Nono segera menghentikan jilatannya lalu naik ke atas tubuh istrinya itu. Walau mulutnya masih basah oleh cairan Empik  Heny, Nono langsung melumat bibir Heny. Henypun langsung membalas ciuman Nono dengan hebat.

Sambil tetap berciuman, tangan Heny membimbing Penis Nono masuk ke dalam belahan Empik nya. Bless… Bless… Bless… Penis Nono dengan cepat langsung keluar masuk Empik  Heny. “Empik  kamu legit, saying… Enak…” bisik Nono sambil sedikit membungkuk ke tubuh Heny. Dengan berjongkok dan kedua kakinya mengangkang mengapit kedua kaki Heny yang melingkari pahanya, kedua tangannya mengalasi kepala Heny.

Dengan sedikit mengangkat kepala Heny agar ia dapat melihat batang Penis Nono yang keluar masuk Empik nya dengan pelan. Heny tersenyum sambil menggoyangkan pinggulnya. Pantatnya diangkat-angkat mengikuti irama goyangan pantat Nono yang maju mundur.

 “Aku gak pernah bosan menyetubuhi kamu…” bisik Nono sambil terus memompa Penisnya. Heny tersenyum. “Kalau cewek lain rasanya bagaimana?” tanya Heny lagi. “Aku gak pernah bersetubuh dengan cewek lain kok” jawab Nono.

Heny tersenyum lalu merangkulkan kedua tangannya ke pundak Nono sambil tetap menggoyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan Penis Nono. Kedua kakinya diangkat menjepit pinggang Nono.

“Aku mau tanya, honey…” kata Heny. “Apa?” tanya Nono. “Tubuh Mbak Emi, warga kampung kita itu, bagus tidak?” tanya Heny lagi. “Ah pertanyaan kamu ada-ada saja…” kata Nono tak menghiraukan sambil terus memaju mundurkan pantatnya dengan cepat. Nafasnya memburu. “Aku serius, honey… Jawab jujurlah. Tidak apa-apa kok…” kata Heny. “Tadi kamu lihat belahan susunya gak?” tanya Heny lagi.

Nono mengangguk. Pantatnya dengan cepat naik-turun dan batang Penisnya dengan cepat juga keluar masuk Empik  Heny. Semakin basah. Batang Penisnya dilumuri lender keputih-putihan banyak sekali. Heny tersenyum sambil terus menggoyangkan pinggul, matanya terus melihat batang Penis Nono keluar masuk mengocok Empik nya.

Lalu kedua tangannya menngapit dan menekan pantat Nono agar tertancap lebih dalam di Empik nya. “Jujur aja. Iya, tubuhnya bagus. Tadi aku sempat lihat belahan susunya”. “Marah?” tanya Nono kemudian lalu menghentikan gerakannya. Heny tersenyum lagi. Kedua tangannya terus menekan pantat Nono agar batang Penisnya masuk lebih dalam sambil ia tetap menggoyang-goyang pinggulnya.

“Jangan berhenti dong, honey… Goyang terusss… Mmmmmhh…” kata Heny. “Aku gak marah kok. Justru aku suka mendengarnya… ” kata Heny lagi. “Kenapa suka?” tanya Nono heran. “Tadi waktu aku lihat kamu berjoget dengan Mbak Emi, gak tahu kenapa ada perasaan aneh…” kata Heny.

“Tiba-tiba aku membayangkan kamu bersetubuh dengan Mbak Emi…” lanjut Heny lagi “Lho kenapa begitu?” tanya Nono. “Gak tahu…” kata Heny. “Kamu cemburu?” tanya Nono. “Gak sama sekali. Justru sebaliknya, aku pengen banget liat kamu bersetubuh dengan Mbak Emi…” kata Heny.

“Kamu lagi horny kali tadi ya…?” tanya Nono tanpa menghentikan gerakan Penisnya. Sambil tersenyum diliriknya Heny. Lalu dengan menunduk, dikecupnya bibir Heny pelan. Heny kembali tersenyum. Setelah beberapa lama memompa Penisnya, Nono mengejang, gerakannya bertambah cepat.

“Aku mau keluar, sayaaaaang… Ooooooohh…” bisik Nono. “Tahan sebentar, honey.. Aku juga mau keluar…” bisik Heny sambil mempercepat gerakan pinggulnya. Diangkat-angkatnya pinggul dan ditekannya pantat Nono lebih dalam. Tak lama tubuhnya mengejang, tangannya kuat memeluk tubuh Nono.

“Aaaaaaaaaaahhhhhhh… Aku keluar, honeeyyy…” jerit Heny dengan keras. “Oooooooohh… Nikmat banget honeeyyy… Oooooooooohh…” jerit kecil Heny ketika mencapai orgasme.Selang beberapa detik, Nono juga semakin mempercepat gerakannya. Sampai akhirnya. Creeett… Creeett…  Creeett…  Air mani Nono menyembur dengan kencang di dalam Empik  Heny.

“Aaaaaaaaarrghhhh… Honeeyyy…” Nono mendesakkan Penisnya dalam-dalam ke Empik  Heny.. Tubuh kedua mereka lemas saling berpelukan sementara Penis Nono masih berada di dalam Empik  Heny. “Mau gak kalau aku minta kamu maen dengan Mbak Emi? Aku serius…” kata Heny sambil memeluk pundak Nono.

“Kenapa sih kamu mau yang aneh-aneh begitu?” tanya Nono. “Aku gak tahu, honey. Yang jelas ada perasaan horny aja waktu membayangkan kamu bermesraan dengan Mbak Emi…” jawab Heny. “Mau kan, honey?” tanya Heny memaksa. “Kalaupun aku mau, bagaimana caranya, honey…?” kata Nono sambil mengecup bibir istrinya. “Nanti aku yang atur…” kata Heny sambil tersenyum.

Nono juga tersenyum sambil mencabut Penisnya dari Empik  Heny, lalu bangkit dan menarik tangan Heny. Setelah bersih-bersih di kamar mandi, merekapun kemudian tidur.

Banyak cara yang dilakukan Heny agar Emi bisa dekat dan akrab dengannya dan Nono. Hal itu membuahkan hasil. Emi sekarang mulai sering bertandang ke rumah mereka walaupun sekedar ngobrol. Sampai suatu malam Heny mengundang Emi datang ke rumahnya. Emi datang dengan gaun terusan selutut dengan motif bunga-bunga berwarna merah muda. Belahan susunya yang putih bersih terlihat jelas di sela lekukan krah yang turun sampai ke dadanya.

Ia terlihat sangat cantik dan elegan. Kakinya yang putih mulus terpampang dengan indah. Rambut tergerai panjang. Sambil tiduran di karpet ruang tengah, Heny dan Emi berbincang-bincang tentang arisan kampung. Mereka terlihat akrab. Cemilan dan minuman turut dihidangkan Heny. Nono ikut duduk di karpet bersandar ke sofa, di samping Heny.

Sesekali matanya melirik ke arah kaki Emi yang ditekuk. Emi yang tiduran dengan gaun terusan itu, membuat gaunnya tertarik ke bawah dan pahanya yang padat, putih dan mulus mengundang mata Nono untuk menikmatinya.

“Mas Imam sudah pergi kerja kan, Mbak?” tanya Heny sambil bangkit dari tidurannya tiba-tiba. “Sudah dari tadi dong. Dia dapat bagian shift malam hari ini. Seminggu ini sih” ujar Emi. “Eh ada apa nih undang saya malam-malam gini?” tanya Emi kemudian. “Gak ada apa-apa kok, Mbak…” kata Heny.

“Aku cuma pengen ngajak Mbak nonton film yang baru aku beli” kata Heny sambil melirik kepada Nono. Nono membalas dengan senyuman. “VCD porno ya?” tanya Emi bersemangat. Dia langsung bangun dari tidurannya. Heny tersenyum sambil melirik Nono.

“Cepatlah putar!” ujar Emi tidak sabar. Nono bangkit dari duduknya lalu merangkak menuju ke VCD player. “Emi suka film yang mana?” tanya Nono sambil menyodorkan beberapa keping VCD porno. Setelah memilih, Emi segera menyerahkan film yang ingin dilihatnya. Nono segera memutarnya. Awalnya mereka bertiga menonton film itu tanpa banyak bicara. Heny duduk berdampingan dengan Emi, sementara Nono duduk di belakang mereka.

“Udah ada yang bangun, ya?” tanya Heny tiba-tiba sambil tersenyum melirik ke arah selangkangan Nono. “Hehehehehe… Lumayan” jawab Nono senyum-senyum. “Lumayan apanya?” tanya Emi sambil matanya ikut melirik ke arah selangkangan Nono yang mulai menggembung. Nono tersenyum lalu menutupi kakinya dengan guling.

“Mbak Emi seberapa sering begituan dengan Mas Imam?” tanya Heny kemudian kepada Emi. “Ah, jarang sekali… Mungkin karena dia capek…” kata Emi sambil matanya terus melihat adegan pemain yang sedang bersetubuh di video.

Kembali mereka terdiam selama beberapa saat sambil melihat video. “Sini dong…” kata Heny tiba-tiba melambai ke arah Nono sambil matanya berkedip memberi isyarat. Nono beringsut mendekati Heny. Diambilnya posisi di tengah-tengah Heny dan Emi. “Ada apa sih…?” tanya Nono. “Duduk dekat sini aja…” kata Heny dengan suara manja.

Setelah dekat, dengan sengaja tangan Heny segera masuk ke dalam celana pendek Nono. Lalu digenggam dan ditariknya keluar Penis Nono yang sudah tegang itu dari balik celana. Diremasnya pelan. Nono kontan kaget. Tapi refleks, badannya menunduk ke belakang dan kedua kakinya perlahan merenggang. Diambilnya satu guling sebagai alas kepalanya Lalu tiduran.

Heny menarik turun celana pendek Nono sampai ke pahanya. Lalu sambil duduk nonton, tangannya terus mengocok dan meremas batang Penis Nono. Jari jempolnya menggosok-gosokkepala Penis Nono yang telah membulat besar berwarna kemerahan. Mengkilat karena cairan yang keluar dari lubang di kepala Penisnya itu.

Emi yang melihat hal itu, perasaannya menjadi tak karuan. Antara rasa malu, rasa ingin melihat dan rasa ingin memegang bercampur baur jadi satu. Batang Penis Nono yang panjang, besar dan berurat-urat itu sungguh membuatnya terangsang dengan cepat. Matanya bergantian melirik ke arah layar TV dan ke arah batang Penis Nono yang keras sedang dikocok oleh Heny.

“Udah pengen ya?” tanya Heny kepada Nono dengan suara yang agak dikeraskan. Lalu ia menunduk dan mencium bibir Nono. Lalu mulutnya mendekat ke batang Penis Nono yang tegak teracung. Dijilatinya kepala Penis itu. Dihisap kuat-kuat dan kembali dijilatinya. “Oooooohhhhhhhhh…” Nono mendesah pelan sambil matanya melirik ke arah Emi.

Emi yang semakin tidak menentu perasaannya, kebetulan melirik ke arah Nono. Pandangan mereka beradu selama beberapa detik. Mata Emi tiba-tiba meredup dan bibirnya terbuka. Tiba-tiba seperti tersadar lalu membuang pandangannya ke arah video. Hatinya berdebar keras ketika berpandangan dengan Nono.

Heny melirik ke arah Nono dan Emi bergantian sambil tersenyum. Lalu dengan tanpa ragu-ragu, Heny menarik celana Nono lebih ke bawah. Lalu kembali dikocoknya pelan. Nono mendesah pelan sambil matanya melirik ke arah Emi yang jelas kelihatan gelisah. Emi berulang-ulang mengganti posisi duduknya. Dari kaki yang diluruskan menjadi disilangkan. Kemudian ditekuk.

“Mbak suka gak sama barang lelaki yang gede panjang?” tanya Heny sambil tersenyum menatap ke arah Emi. “Hmmmmm… Iya… Iya… Suka dong…” kata Emi menatap Heny. Matanya melirik ke tangan Heny yang sedang mengocok dan meremas batang Penis Nono. Batang Penis yang panjang, besar dan berurat-urat. Sekitar dua genggaman tangan Heny, pikirnya.

“Kalau yang kayak gini suka gak, Mbak?” tanya Heny sambil matanya mengisyaratkan agar Emi memegang Penis Nono. “Ah, kamu ada-ada aja… Ya aku suka banget…” kata Emi senyum-senyum sambil kembali mengubah posisi duduknya. “Sini dong, Mbak…” ajak Heny. Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - Gairah sex Istriku Bangkit Melihat Aku Bercinta dengan Cewek Lain.

Emi beringsut duduk semakin dekat ke arah Nono. Kepala Penis Nono terlihat begitu mengkilat dan kemerahan. Emi sungguh semakin terangsang sekarang. Meliat Emi yang sedang terdiam memperhatikan tangannya sedang mengocok dan meremas batang Penis Nono, Heny tersenyum. Tangannya meraih tangan Emi, lalu ditariknya ke arah Penis Nono. Emi diam menuruti kemauan Heny.

“Coba pegang, Mbak…” kata Heny. Tangannya membimbing jari-jari Emi menggenggam Penis Nono. Penis Nono terasa hangat dan berdenyut di tangan Emi. Nafas Emi memburu. Ada desiran yang menuntun tangannya perlahan meremas Penis Nono. Jari jempolnya spontan mengelus kepala Penis Nono. Digosok-gosoknya cairan kental yang keluar membasahi kepala Penis Nono yang besar membulat kemerahan itu. Sementara Heny melepaskan celana pendek Nono keluar dari kedua kakinya. Nono tersenyum sambil melirik ke arah Heny. Heny juga tersenyum lalu duduk mundur menjauh.

Tanpa diduga tangan Nono meraih dagu Emi. Lalu dengan segera mengecup bibirnya dan melumatnya dengan hangat. Satu tangannya yang lain merengkuh pinggang Emi dan menariknya tiduran di sampingnya. Emi yang sudah terangsang gairahnya langsung berbaring dan membalas ciuman Nono dengan hangat pula sambil tangannya mulai berani mengocok Penis Nono. Tangan Nono segera menyusup ke balik bawahan gaun terusan Emi.

Disingkapkannya rok Emi sampai ke pinggul. Ditelusurinya paha Emi. Elusan tangannya segera menyelusup ke pangkal paha. Lalu jarinya diselipkan ke balik celana dalam Emi. Reflex Emi merenggangkan kedua pahanya dan mengangkat pantatnya. Memberi keleluasaan untuk tangan Nono masuk ke selangkangannya. Belahan di sela pahanya terasa hangat.

“Ssssssshhhhh… Oooooohhh…” desah Emi pelan sambil menggelinjang ketika jari tangan Nono menyusuri belahan Empik nya yang sudah sangat basah. “Ooooooooooohhh…” desah Emi tambah keras ketika jari Nono masuk lubang Empik nya. Nono menggesek-gesekkan jarinya ke dinding bagian atas di dalam Empik  Emi. Pinggulnya digoyang-goyangkan karena nikmat. Lidah Nono masuk lebih dalam ke rongga mulut Emi dan membelit menggesek-gesekkan ke dinding mulutnya. Dihisap dan dilumatnya bibir Emi.

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - Gairah sex Istriku Bangkit Melihat Aku Bercinta dengan Cewek Lain - Sementara Heny sengaja menjauhkan diri dari mereka. Heny mendapat suatu rangsangan yang amat sangat ketika melihat suaminya bercinta dengan cewek yang ia sukai. Heny tidak melakukan apapun hanya diam sambil melihat mereka bermesraan. Hanya nafas Heny yang terdengar memburu. Ketika tangan Nono mulai mencoba melepas pakaiannya, Emi tersentak sesaat. Dengan segera matanya menatap Heny.

Tapi ketika dilihatnya Heny tersenyum sambil matanya mengisyaratkan agar Emi melanjutkan bercinta lagi. Emi sesaat terdiam. Tapi ketika tangan Nono merangkul pinggulnya dan satu tangannya yang lain meremas toketEmi, Emi terpejam dan meremas tangan Nono yang sedang meremas susunya. “Oooooo000hhhhhh… my god” desah Emi seiring dengan jilatan dan pagutan Nono di lehernya sambil tak lepas tangannya meremas toketEmi.

Sambil berbaring Nono mengangkat pinggul Emi dan kedua kaki Emi diletakkan di pahanya. Lalu ia melepaskan celana dalam Emi. Sesaat Emi tampak canggung. Nono bangun dan segera melepas bajunya. Nono yang setengah berlutut begitu, Emi dapat melihat senjata pribadiyang keras, panjang dan besar di selangkangan Nono berdiri mengacung dengan kepala Penis yang begitu bulat menantang untuk dimasukkan ke dalam belahan Empik nya yang sudah sangat basah. Perut Nono yang ramping dan berotot sungguh merangsangnya.

Nono menunduk dan mencium bibir Emi. Lalu kedua tangannya membuka kancing gaun Emi. Sambil mengangkat tubuh Emi agar bangun, bibir mereka terus berpagutan. Satu tangan Emi melingkari leher Nono dan tangan yang lain kembali mengocok batang Penis Nono dengan lebih cepat. Setelah melepas semua kancing dan kaitan gaun itu, dari kepala Emi, Nono menariknya sehingga Emi sekarang telanjang bulat. Mata Emi terpejam sayu. Bibirnya terbuka. Ia tak memperdulikan Heny lagi. Ditariknya tangan Nono sambil ia membaringkan tubuhnya ke belakang.

Kembali Nono menunduk menindih tubuh telanjang Emi. Jilatan lidah Nono pada puting toketEmi membuat Emi menggelinjang merasakan nikmat yang amat sangat. Ia juga merasakan sensasi yang sangat besar karena sedang bercumbu dengan seorang pria sambil diamati oleh cewek lain. Nono menghisap putingnya dengan kuat, Emi meremas rambut Nono dan membenamkan kepalanya di bulatan susunya yang putih bersih itu.

ToketEmi begitu kenyal dan besar. Dengan putingnya yang coklat kemerahan, Nono begitu cepat terangsang untuk melumatnya lama-lama. “Oooooohh… Ooooooooohh Nono…” desah Emi ketika jilatan lidah Nono turun ke perut lalu turun lagi menyusuri selangkangannya. Pinggulnya bergoyang mengikuti desiran rasa nikmat itu. Heny tetap diam menyaksikan tubuh telanjang suaminya yang sedang bergumul mesra dengan Emi. Nafasnya makin memburu waktu melihat Nono dan Emi berganti posisi.

Nono berbaring dan Emi menindih tubuhnya dari atas sambil mengangkangkan pahanya tepat di mulut Nono. Penis Nono dihisap sambil dikocok oleh Emi dan Nono menjilat serta mengemut bibir Empik  Emi dengan buas. “Ooooooohhhhh Nono…” Emi berulang-ulang menjerit sambil menengadahkan kepalanya. Pantatnya ditekan ke bawah dalam-dalam. Membenamkan wajah Nono di selangkangannya.

Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - Gairah sex Istriku Bangkit Melihat Aku Bercinta dengan Cewek Lain - Tanpa terasa tangan Heny menyelusup ke dalam celana dalamnya. Lalu jarinya mulai menggosok-gosok belahan Empik nya sendiri. Heny sangat menikmati ketika Nono mengangkat-angkat pantatnya memompa Penisnya ke dalam mulut Emi. Saat Emi menghisap dengan kuat Penis Nono, kontan Nono mengerang kuat. Tak tahan dengan pemandangan itu, Heny segera melepaskan semua pakaiannya. Dengan duduk telanjang dan mengangkang, ia mengocok-ngocok Empik nya dengan jari sambil mengamati persetubuhan Nono dengan Emi di dekatnya.

“Aaaaaarggghhhh… Emi…” teriaknya sambil mengangkat pantatnya tinggi-tinggi. Nafas Heny semakin memburu. Satu jarinya semakin cepat keluar masuk Empik nya sendiri ketika melihat Nono dan Emi kembali berganti posisi.

Emi tetap di atas. Sambil mengangkangi pinggang Nono, perlahan satu tangannya memasukkan batang Penis Nono ke dalam belahan Empik nya. Sambil memeluk Emi agar terbaring di atas tubuhnya, ia mulai menyetubuhi Emi. Satu tangannya memeluk punggung Emi dan tangan yang lain memeluk pinggul Emi. Desahan dan erangan mereka membuat gairah Heny bertambah naik.

“Ooooooooohh… Ssssssshh…” desis Emi ketika Nono dengan cepat mengangkat-angkat pantat dan mengeluar masukkan Penisnya di Empik  Emi dari bawah. Lalu dikecup dan dihisapnya dengan kuat bibir Nono. Matanya terpejam dan pinggulnya dimaju mundurkan dengan cepat pula. Tak tahan dengan gesekan batang Penis Nono yang terasa penuh di dalam belahan Empik nya, Emi menyusupkan wajahanya ke samping sambil menghisap kuat-kuat leher Nono.

“Gimana rasanya, Mbak?” tanya Nono sambil mengelus rambut Emi. “Oooooooooohh… Enak bangeeeet, Nono… Oooooohhh enak bangeeeet…” jawab Emi sambil meremas rambut Nono. Sementara pinggulnya bergoyang mengikuti gerakan Nono.

Setelah sekitar 15-an menit mereka bersetubuh disaksikan Heny, sampai akhirnya Emi memeluk tubuh Nono kuat-kuat. Empik nya didesakkan ke Penis Nono dalam-dalam. Gerakan pinggulnya makin cepat. Lalu tiba-tiba tubuhnya bergetar sambil mendesah panjang. Diremaskan dengan kuat rambut Nono. Dihisapnya juga dengan kuat leher Nono. “Oooooooohh… Oooooooooooohh….” desah Emi terkulai lemas setelah mendapat orgasmenya yang pertama.

Sementara Nono masih terus mengangkat-angkat pantatnya menggenjot Penisnya di Empik  Emi dari bawah. Sambil mencium bibir Emi, dibalikkannya tubuh Emi. Lalu dengan berjongkok mengangkang, diletakkannya kedua paha Emi menimpa pahanya. Nono menunduk dan mencium kembali bibir Emi. Spontan Emi melingkarkan kedua kakinya di pinggang Nono. Kedua tangannya menekan pantat Nono kuat-kuat.

Sekarang Nono dengan cepat lebih leluasa mengocok-ngocokkan batang Penisnya kembali ke dalam Empik  Emi. Emi kembali mendesah dan menjerit-jerit saat batang Penis Nono menyentuh ujung rahimnya. “Ooooooohhhh… Oooooohhhh Nono…” jeritnya ulang-ulang tanpa henti. Terasa ngilu dan geli yang sangat merangsang Empik nya untuk kembali mengalami orgasme. Ditariknya Nono ke arah tubuhnya sambil memeluknya dengan erat. Kedua kakinya turun menjepit kaki Nono. Seakan-akan Emi tak ingin melepaskan Nono sampai ia mencapai orgasmenya yang kedua. Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Hot - Gairah sex Istriku Bangkit Melihat Aku Bercinta dengan Cewek Lain.

Ia juga memaju mundurkan pantatnya dari bawah. Gerakannya makin cepat ketika Nono mengatakan ia akan keluar. “Oooohhhh… Aku mau keluar Emi… Aku mau keluar Emi…” teriak Nono ulang-ulang.
Emi dapat merasakan ada sesuatu yang mendesak nikmat akan keluar dari Penis Nono. Batang Penis itu terasa semakin membesar di dalam Empik nya. Empik nya terasa semakin penuh oleh batang Penis Nono yang lebih besar daripada Penis suaminya. Saat Nono akan menarik Penis dari Empik nya, Emi menahan pantat Nono.

“Di dalam aja… Ooooohhhh“ bisiknya pelan ke telinga Nono. “Aaaaaarggggghhhhh… Aku gak tahan…” tiba-tiba Nono mendesah kuat. “Aaaaaaaaaargghhhhhh… Aku keluaaaaaaar… Oooooohhhh… “ Nono membenamkan batang Penisnya dalam-dalam ke Empik  Emi. Dipeluknya tubuh Emi dan dilumatnya bibir Emi dengan kuat. Tiba-tiba Emi yang merasakan sensasi kenikmatan yang dirasakan Nono juga tak dapat menahan orgasmenya yang kedua.

“Ooooooooohhhhhh… Nono… Oooooohhhhh… “ desahnya dengan kuat. Ditekannya pantat Nono ke bawah dan diangkat-angkat pantatnya ke atas. Ujung batang Penis Nono mendesak rahimnya dengan kuat. Sungguh ngilu dan geli yang amat sangat sehingga ia tak dapat menahan kenikmatannya datang lagi. Sehingga pada saat sperma hangat Nono menyembur ke dalam rahimnya, kontan Emi tak dapat menahan orgasmenya yang kedua. Berdua mereka berbarengan keluar.

Tubuh Nono lemas terkulai di atas tubuh telanjang Emi. Tapi batang Penisnya masih tetap tegang di dalam Empik  Emi. “Penisku masih keras. Sekarang kamu ya honey?” tanyanya kepada Heny. Heny yang melihat mereka sedang terkulai bertindihan lemas segera beringsut menghampiri. Diusapnya pantat Nono. Pakaiannya sudah dari tadi ia lepaskan.

“Masih kuat, honey?” bisik Heny ke telinga Nono. Nono segera mencabut Penisnya dari Empik  Emi lalu bangkit berjongkok. Batang Penisnya memang masih keras berdiri walau ia sendiri sudah mengalami orgasme barusan. Emi duduk sambil tersenyum memperhatikan mereka berdua.

“Aku masih kuat, honey…” kata Nono lalu berbaring dan menarik tangan Heny. Diciumnya bibir Heny. Heny segera menaiki tubuh Nono. Ia duduk mengangkangi selangkangan Nono. Sambil memeluk pinggangnya, Nono menggesek-gesekkan batang Penisnya ke belahan Empik  Heny. Lalu Heny menekan pantatnya membenamkan batang Penis Nono ke dalam Empik nya.

“Oooooohhh honeyyyyy…” desah Heny dengan kuat. Ditengadahkannya wajah dengan mata terpejam. Sambil menunduk mencium bibir Nono, diangkat-angkatnya pantat mengocok batang Penis Nono dengan cepat. Tiba-tiba ia teringat Emi. “Gimana, Mbak? Enak?” tanya Heny kepada Emi sambil tersenyum. Emi tersenyum. Lalu sambil duduk ia berpakaian.

“Aku bisa ketagihan, lho…” kata Emi. “Penis Nono enak banget…” lanjutnya sambil tersenyum manis ke arah Nono. “Kapan saja Mbak pengen, datang aja ke sini…” kata Heny tersenyum pula.
“Makasih, Heny. Aku pulang dulu ya,” kata Emi sambil mengecup pipi Heny yang sedang bersetubuh dengan Nono. Diciumnya juga bibir Nono. Heny menggangguk. Sesaat mereka terdiam sambil melihat Emi menutup pintu.

Sampai saat ini, sudah berpuluh kali Emi bersetubuh dengan Nono di depan mata Heny. Heny bukan biseks. Heny hanya merasakan suatu gairah dan rangsangan yang sangat kuat ketika melihat suaminya menyetubuhi cewek lain yang disukai Heny sendiri. Dan menurut Heny juga, sampai detik ini mereka tidak pernah main bertiga. Nono selalu bersetubuh hanya berdua dengan Emi.

tags #Cerita Seks, Cerita Mesum, Cerita Ngentot Janda, Cerita Ngentot Pembantu, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Panas, Cerita Pemerkosaan, Cerita Seks Indonesia, Cerita Seks Sedarah, Cerita Selingkuh, Cerita SEX, Cerita Skandal, Cerita Tante Girang, Cewek Telanjang, Foto Bugil, Memek Perawan, Tante Girang, Toket Gede Mulus

Subscribe to receive free email updates: